Fenomenal…..! Muncul Tiga Legislator Dari Kampung Nelayan Desa Bendar Kec. Juwana Kab. Pati

Kampung bersih dengan deretan rumah mewah menepis kesan minor dari sisi fisik. Bahkan, desa yang terletak 14 kilometer dari pusat Kabupaten Pati tersebut kerap dilabeli desa kaya. Predikat itu tidak berlebihan, mengingat begitu masuk Desa Bendar, banyak ditemui rumah dan mobil mewah.

Tokoh nelayan setempat Bambang Wicaksana menyebut, ratusan unit kapal nelayan dikelola pengusaha asal Bendar. Dia menyebut, kerja keras, keuletan, dan pantang menyerah menjadikan nelayan Bendar yang dulunya biasa saja kini “naik kasta” menjadi pengusaha perikanan dengan omzet miliaran rupiah.

 

 

Kondisi itu pula yang menjadikan perhatian pemerintah daerah hingga pusat tertuju pada Desa Bendar. Sejumlah menteri pernah mampir ke Bendar.

Tahun ini, Bendar juga patut menjadi perhatian lantaran melahirkan tiga legislator sekaligus. Dalam empat periode Pemilu sebelumnya, Bendar hanya terwakili oleh seorang anggota DPRD, H.Jamari,SH

Kini, terjadi lonjakan jumlah wakil rakyat di kampung nelayan itu. Anggota DPRD asal Desa Bendar yang akan dilantik, Selasa (27/8) malam di gedung DPRD Pati menjadi tiga orang.

Selain petahana Jamari (PDI Perjuangan), muncul dua politisi yang relatif baru, yakni Suriyanto (Partai Demokrat) dan Yeti Kristianti (Partai Gerindra). Kendati  diusung partai berbeda, mereka mampu berbagi pemilih dari daerah pemilihan (Dapil) Pati 3 yang meliputi Kecamatan Juwana, Batangan, Wedarijaksa, dan Trangkil.

Yeti Kristianti merupakan salah satu legislator baru yang cukup menarik perhatian sejumlah pihak lantaran sosok muda tersebut meraup 10.054 suara. Pencapaian yang relatif besar jika melihat rata-rata perolehan calon legislatif yang melenggang ke gedung dewan Pati.

 

 

Adapun Suriyanto meraih 8.051 suara. Politisi anyar ini juga terbilang mengilap lantaran dirinya sejauh ini hanya berkutat pada urusan perizinan kapal.

 

 

Sedangkan politisi kawakan Jamari mendapat 4.292 suara. Dia meraih kursi kedua PDI Perjuangan di Dapil Pati 3, setelah Sutarto Oenthersa. Posisi itu tidak berbeda dengan hasil Pemilu 2014.

 

 

Jamari mengaku, tidak pernah menganggap pesaing bagi dua politisi yang juga berasal dari desanya. Masing-masing memiliki upaya dan garapan berbeda dalam mengumpulkan suara pemilih.

“Kami tidak pernah saling serang, justru saling mendukung. Toh setelah jadi (anggota DPRD) nanti tidak lagi mewakili desa, tetapi aspirasi masyarakat satu kabupaten tanpa terkecuali,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Suriyanto. Dia mengungkapkan, mantap masuk partai dan maju sebagai calog anggota legislatif karena prihatin atas kebijakan perikanan dari Pemerintah Pusat yang terkadang menyulitkan nelayan dan pengusaha perikanan.

Suriyanto paham betul persoalan perizinan. Mengingat, sejauh ini dirinya bertindak selaku manajer Asosiasi Mitra Nelayan Sejahtera Pati. Posisi itu menjadikan dirinya sering berinteraksi dengan berbagai pihak, termasuk Pemkab Pati, Pemprov Jateng, hingga Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan